Senin, 11 April 2016

Siang yang Anggun


Assalamualaikum..
Selamat siang sobat semua :)

Alhamdulillah segala puji hanya milik Alloh swt, semoga sholawat dan salam tak henti hentinya kita hadiahkan kepada baginda Muhammad SAW.


Siang yang lumayan Anggun, hahaa kenapa anggun ?
ternyata sikap kita terhadap lingkungan sekitar kita berhubungan erat dengan suasana hati, jika hati sedang senang, maka seburuk apapun situasi disekitar kita akan terasa lebih baik dari pada situasi yang sebenarnya. Benarlah sabda Nabi Muhammad SAW yang mengatakan:


“Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Taman Kampus FT UNY
Hari ini draft laporan skripsiku udah di ACC oleh dosen pembimbing, dosen penguji pun sudah dituliskan, langkah selanjutnya tinggal buat SK ujian yang sesungguhnya. Di kertas itu tertulis tgl 25 April jam 09.00 pagi aku sidang skripsi, masi sekitar 2 minggu lebih aku menanti. Sebenernya jika menuruti nafsu, aku ingin memajukan waktu ujianku agar aku bisa ikut yudisium bulan ini, Tapi aku gak mau merusak suasana bahagiaku dan juga dosen pembimbingku. Biarlah tak apa aku tak bisa ikut yudisium bulan ini sehingga tak bisa pula ikut wisuda bulan mei, may be aku wisuda bulan agustus Insyallah.

Aku yakin apa yang tertulis dikertas SK ujian itu adalah waktu yang dipilihkan Alloh buatku, itu adalah waktu terbaik untukku, karena Allohlah yang lebih tahu apa yang terbaik buat hambanya. Aku hanya tinggal menjalani apa yang sudah menjadi ketentuan buatku. Menghindari perdebatan yang may be aku bisa ajukan, tapi belum tentu berhasil.

Menikmati setiap waktu penantian untuk lebih dekat dan bersyukur kepadaNYA itu merupakan hal terbaik yang harus aku lakukan. Always Khusnudzon sama Alloh :)

Sabtu, 09 April 2016

Pendidikan Keluarga

Heiii Assalamualaikum..
Alhamdulillah segala puji hanya milik Alloh SWT
Sholawat dan salam Tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Peran Orangtua Terhadap Anak
gambar via http://liputanislam.com/

Pagi ini aku ingin berbagi kisah, kemaren disebuah acara parenting pembicara mengisahkan cara orang tua mendidik anaknya, orang tua itu berasal dari india, termasuk orang tersohor disana.
keluarga ini tinggal disebuah kampung yang letaknya sekitar 60 km dari pusat kota, sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapainya. jika ingin ke kota, mereka harus membuat daftar list yang panjang, sehingga sekali jalan mereka membawa pulang banyak barang kebutuhan.

Hari yang ditentukan pun tiba, bapak dan anak lelakinya berangkat ke kota menggunakan mobil, karena mobilnya sudah lama belum diservice, si bapak pesen sama anaknya "Nanti sembari bapak mencari kebutuhan yang ada, kamu service mobilnya, dan jemput saya jam 17.00 sore disini".

Sesampainya dikota mereka berpisah, si bapak mencari perlengkapan yang sudah ada di daftar list sementara si anak pergi menservice mobil. sang anak pergi ke bengkel mobil yang biasa mereka kunjungi, ternyata tidak butuh waktu lama untuk menservice mobilnya, sebelum jam 17.00 mobil sudah selesai di service masih ada banyak sisa waktu, sang anak pergi ke gedung bioskop untuk menghabiskan waktu dengan cara nonton film.

si bapak sudah menunggu anaknya, dia melihat jam sudah menunjukkan jam 17.00, tapi anaknya belum kelihatan juga, akhirnya si bapak menuju bengkel mobil untuk ngecek apakah masih disana, sampai dibengkel ternyata si anak sudah tidak ada dan pemilik bengkel mengatakan bahwa sudah selesai dari jam 15.00. akhirnya si bapak kembali lagi ke tempat yang sudah dijanjikan.

Sang anak mulai gelisah, ternyata film yang ditontonya selesai jam 18.00, setelah film selesai dia langsung menjemput bapaknya. sesampainya di tempat yang dijanjikan, bapaknya bertanya kepada anaknya " kenapa kamu bisa terlambat nak, padahal kita tadi sudah janjian jam 17.00 sedangkan sekanrang sudah jam 18.30", si anak menjawab " maap pak saya terlambat karena menunggu service mobilnya sangat lama ", mendengar jawaban dari anaknya sang bapak sangat sedih sekali, beliau berkata kepada anaknya "Apa salahku nak sehingga kamu tidak berani berkata jujur kepadaku, untuk menghukum diriku, aku akan pulang jalan kaki sampai rumah".

Akhirnya si bapak pulang jalan kaki sejauh 60 km dengan kaki luka-luka dan dibelakangnya si anak menggunakan mobil sambil nangis menyesal karena telah berbohong kepada bapaknya, akhirnya si anak berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah berdusta lagi kepada siapapun.

Dari cerita diatas bisa kita ambil pelajaran bagaimana seharusnya orangtua mendidik anaknya, ketika anak melakukan kesalahan, yang harus disalahkan pertama bukanlah sang anak, tapi orangtualah yang seharusnya intropeksi diri, dia telah melakukan kesalah apa yang menyebabkan si anak mampu berdusta. karena bagaimana pun tidak bisa dipungkiri bahwa anak adalah hasil didikan dari keluarganya yakni dari orangtua.

Cerita diatas adalah kisah Mahatma Gandhi dan putranya.